Sudah sejak lebih dari dua tahun yang lalu saya dipusingkan oleh perbedaan pengertian kecemasan (anxiety), ketakutan (fear) dan fobia (phobia), yakni ketika sedang mengerjakan skripsi saya tentang fobia. Masalahnya dari sekian banyak buku yang saya baca, saya dapati sekian banyak pula pembedaan pengertian yang tumpang tindih. Lebih banyak pula yang tak mau ambil pusing dengan menyamakan begitu saja istilah-istilah tersebut.Terakhir saya mendapati penjelasan yang cukup rinci dan meyakinkan dari Seligman (2001) dalam bukunya yang berjudul Abnormal Psychology, namun sayangnya ketika membandingkannya dengan Diagnostic Statistical Manual of Mental Disorder Edisi IV/DSM-IV (buku yang saya anggap sebagai standar), penjelasan tersebut jadi mentah, karena nyatanya DSM-IV tidak membedakan istilah-istilah tersebut, dan justru menggunakan istilah kecemasan, ketakutan dan fobia secara bergantian. Untuk itulah saya sejak lama punya keinginan untuk memecahkan masalah ini dengan membuat definisi sendiri yang meyakinkan buat saya, definisi yang bisa mengatasi berbagai perbedaan pengertian, termasuk mengatasi pandangan yang tidak membedakan ketiga istilah tersebut (seperti DSM-IV).
Dan kemarin sore masalah itu muncul kembali dalam benak saya dan saya pun kembali tergelitik untuk memecahkan masalah ini, hasilnya, setelah saya mencorat-coret lembar demi lembar kertas dari sore hingga malam hari, saya akhirnya menemukan aspek yang mendasar yang bisa saya gunakan untuk membedakan ketiga istilah tersebut.
Oke, sebelum masuk ke definisi yang saya maksud, saya kemukakan terlebih dahulu kerangka dasarnya: Kecemasan dan ketakutan adalah dua hal yang berbeda, namun kecemasan dan ketakutan yang berlebihan menjadi/disebut sebagai fobia.
Kecemasan adalah perilaku yang muncul karena adanya situasi yang oleh orang yang mengalaminya dianggap membahayakan keadaan psikologisnya. Adapun ketakutan muncul karena adanya situasi yang secara subyektif dianggap membahayakan keadaan fisik orang yang mengalaminya. Jadi hal yang mendasar yang saya jadikan pembeda adalah apakah situasi tersebut membahayakan keadaan psikologis ataukah keadaan fisik, kalau keadaan psikologis maka disebut kecemasan dan sebaliknya jika fisik, maka disebut ketakutan.Orang cemas ketika akan mengikuti ujian, karena jika tidak lulus ujian, maka ancaman kegagalan bisa membahayakan keadaan psikologis orang tersebut. Orang takut ketika berada di atas ketinggian, karena jika ia jatuh, maka tubuhnya akan mengalami cidera atau bahkan kematian.
Orang cemas ketika disuruh berpidato di depan orang banyak, karena jika ia gagal berpidato dengan baik, maka rasa malu akan membahayakan keadaan psikologisnya, terutama harga dirinya. Orang takut ketika dikejar anjing galak, karena jika anjing tersebut berhasil menggigitnya, maka tubuhnya akan terluka dan sakit.
Perlu diingat, bahwa subyektivitas individu yang mengalaminya adalah kunci untuk menentukan apakah situasi tersebut membahayakan ataukah tidak, jadi sangat tergantung pada persepsi masing-masing orang. Bisa jadi dua orang yang sama-sama menghadapi situasi yang sama, pada waktu dan tempat yang sama, namun memberi respons yang berbeda, yang satu cemas dan yang lain baik-baik saja; yang satu takut sedangkan yang satunya lagi malah tertawa.
Bisa jadi seseorang cemas ketika akan tampil ke panggung, sedangkan yang lain bisa jadi malah senang karena bisa show up (tebar pesona) di hadapan orang banyak. Bisa jadi seseorang takut berada di dekat laba-laba berbisa, sedangkan yang lain bisa jadi tenang-tenang saja karena merasa kebal dengan gigitan laba-laba.Setelah saya menyelesaikan definisi kecemasan dan ketakutan, maka waktunya saya untuk memberi definisi bagi gangguan perilaku yang disebut sebagai fobia. Fobia adalah bentuk kecemasan dan ketakutan yang berlebihan yang bercirikan:
- di luar proporsi tuntutan situasi;
- tidak dapat diterangkan atau dicari alasannya;
- di luar kontrol kehendak;
- menjurus ke penghindaran situasi yang ditakuti;
- menetap dalam waktu yang lama;
- tidak mampu menyesuaikan diri (tidak adaptif); dan
- tidak tergantung usia maupun tahap perkembangan tertentu.
Ciri-ciri di atas mengikuti pendapat Marks, Miller dkk. (dalam De Clerq, 1994: 65, Tingkah Laku Abnormal: Dari Sudut Pandang Perkembangan).
Dengan demikian jika saya membaca buku tentang psikologi abnormal atau membaca DSM-IV, saya tak perlu lagi merasa bingung manakala ada yang mengatakan fobia sebagai kecemasan atau ketakutan, karena jika fobia disebut sebagai kecemasan atau ketakutan itu maksudnya adalah kecemasan dan ketakutan yang berlebihan yang bercirikan sebagaimana yang telah saya sebutkan di atas.
Link Artikel Ini
Dengan demikian jika saya membaca buku tentang psikologi abnormal atau membaca DSM-IV, saya tak perlu lagi merasa bingung manakala ada yang mengatakan fobia sebagai kecemasan atau ketakutan, karena jika fobia disebut sebagai kecemasan atau ketakutan itu maksudnya adalah kecemasan dan ketakutan yang berlebihan yang bercirikan sebagaimana yang telah saya sebutkan di atas.
Link Artikel Ini
4 komentar:
lihat juga fobia di
http://pabelan-online.com/varia/2010/10/fobia-ketakutan-yang-irasional/comment-page-1/#comment-557
terima kasih atas infonya..
baca juga tulisan kami http://repository.unand.ac.id
blog's haryoshi
trima kasih buat tulisan ini saya merasa dipermudah kelancaran pembuatan tugas yang berhubungan dengan KETAKUTAN DAN KECEMASAN, karena yang awalnya saya mengalami kesulitan untuk menjelaskan perbedaan Kecemasan dan Ketakutan,,.,.
Lebih mudah dimengerti...
Terima kasih ^^
Post a Comment